Penataan Akses Reforma Agraria (RA)
Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Melalui Pemanfaatan Tanah yang Berkeadilan
Dasar Hukum Reforma Agraria
Reforma Agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui Penataan Aset dan Penataan Akses untuk kemakmuran rakyat.
UUD 1945 Pasal 33 (3)
Bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
UU No. 5 Th 1960
Meningkatkan produktivitas berdasarkan kepentingan bersama dalam lapangan agraria.
Perpres 62/2023
Meningkatkan kesejahteraan melalui Penataan Akses dan Penataan Aset.
Tujuan Strategis
Pengentasan Kemiskinan, Ketahanan Pangan, dan Pemberdayaan Ekonomi Subjek RA.
Proses Bisnis Penataan Akses Reforma Agraria
Penetapan Lokasi
Menentukan lokus kegiatan berbasis desa/kelurahan.
Sosialisasi Awal
Memberikan informasi program kepada penerima Akses RA.
Pemetaan Sosial (Pemsos)
Pengumpulan data, potensi, dan kebutuhan sosial-ekonomi.
Sosialisasi Pendampingan Usaha
Informasi detail rencana pendampingan berdasarkan data Pemsos.
Fasilitasi Pendampingan Usaha (FPU)
Pendampingan akses permodalan, pasar, dll.
Monitoring & Evaluasi
Survei riwayat FPU dan survei peningkatan pendapatan.
Dokumentasi & Pelaporan
Menyusun indeks perbaikan ekonomi sebagai output akhir.
Pembagian Peran dan Tugas di Kanwil BPN
Kanwil BPN bertindak sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi dan menjadi koordinator utama lintas sektor.
Kepala Kanwil
Ketua Pelaksana Harian GTRA, bertanggung jawab atas pelaksanaan, koordinasi lintas sektor, dan pembinaan ke Kantah.
Kabag Tata Usaha
Perencanaan & pengawasan Anggaran dan Target. Validasi eviden pelaporan SKMPP dari Kantah.
Kabid Penataan & Pemberdayaan
Koordinasi & Pengawasan seluruh tahapan Kegiatan Data Penerima Akses RA. Melaporkan progress ke pusat.
Staff Bidang P2
Mendukung pelaksanaan, membantu koordinasi dan pemantauan di Kantah, serta penyiapan data terkait Akses.
Konsultan Perorangan (KP)
Menyiapkan materi Bimtek, melakukan rekapitulasi data Pemsos & FPU, dan memonitor data input Kantah di Aplikasi PTM.
Arah Kebijakan Penataan Akses dalam Perpres 62/2023
Kunci Pelaksanaan
- ✓Pemberdayaan Ekonomi: Sesuai Pasal 55 Ayat 1, penataan akses dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi subjek RA.
- ✓Berbasis Klaster: Pasal 56 Ayat 2 mengamanatkan pemberdayaan harus berbasis pada klaster usaha yang jelas.
- ✓Kolaborasi Lintas Sektor: Pasal 56 Ayat 6 menekankan pelibatan aktif Kementerian/Lembaga, Pemda, dan Badan Usaha.
Bentuk Pemberdayaan Ekonomi
- Pemetaan Sosial: Untuk menemukenali kondisi masyarakat.
- Pendampingan & Peningkatan Kapasitas: Bagi kelompok/badan usaha.
- Fasilitasi Akses: Permodalan, pemasaran (offtaker), dan teknologi tepat guna.
- Lainnya: Diversifikasi usaha dan penguatan basis data.
Ruang Lingkup Kegiatan Data Penerima Akses RA
Tahap 1: Pengumpulan Bahan dan Penyusunan Konsep Kegiatan
- Rekrutmen Konsultan Perorangan (KP).
- Rapat Persiapan Kegiatan Penataan Akses Reforma Agraria (RA).
Tahap 2: Bimbingan Teknis Pemberdayaan Tanah Masyarakat
- Pelaksanaan Bimbingan Teknis.
Tahap 3: Tabulasi Data Akses Reforma Agraria
- Tabulasi Data Penerima Akses Reforma Agraria.
- Tabulasi Data Peningkatan Pendapatan Per Kapita Penerima Akses RA.
- Penyusunan Laporan Data Penerima Akses RA.
Tahap 4: Diseminasi Penataan Akses
- Penyusunan Bahan Diseminasi.
- Penyampaian Usulan Pemberian Program Pendukung kepada Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi.
Pengumpulan Bahan dan Penyusunan Konsep Kegiatan
1. Rekrutmen Konsultan Perorangan (KP)
Penunjukan langsung untuk 1 orang konsultan.
Tanggal Rekrutmen
Jumat, 11 April 2025
Nomor SK
85/SK-61.NP.02.02/IV/2025
2. Rapat Persiapan Kegiatan
Jumat, 25 April 2025 | 08:30 - 12:00 WIB di Ruang Rapat Bidang P2
Poin Utama Pembahasan:
- Skema Kebijakan 2025: Membahas 2 kegiatan utama (Penanganan Akses & Fasilitasi Pendampingan).
- Perencanaan Tahunan: Menyusun rencana kerja dan timeline untuk Kanwil & Kantah.
-
Penyelarasan Data & Target:
- Menghimpun rencana kerja dari Kantah.
- Sharing data legalisasi aset untuk target RA.
- Menyelaraskan data dengan usulan lokasi dari PPRA & GTRA.
- Program Lain: Membahas program pemberdayaan lain di lingkup Provinsi Kalbar TA 2025.
Lokasi dan Target kegiatan Penataan Akses RA di Provinsi Kalimantan Barat TA 2025
Implementasi program Penataan Akses di Provinsi Kalimantan Barat difokuskan pada pemberdayaan ekonomi subjek Reforma Agraria.
Target Penerima Akses RA
Fase I (Penanganan Akses Kategori III)
200 KK
Fase II (Fasilitasi Pendampingan Usaha)
1400 KK
Distribusi Target Fase I
Distribusi Target Fase II
Peta Sebaran Target RA Tahun 2025
Rangkuman Kegiatan Pelaksanaan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Tanah Masyarakat
Bimtek menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, dan membangun koordinasi antar pelaksana.
Informasi Pelaksanaan
- Tema: Akses RA untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan.
- Tanggal: Kamis, 19 Juni 2025
- Tempat: Aula Khatulistiwa Kanwil BPN Prov Kalbar
- Peserta: Kanwil, Kantah, Perangkat Daerah, BUMN
Pokok Bahasan Utama
- Pelaksanaan teknis kegiatan Penataan Akses 2025.
- Pemberdayaan dalam mendukung ketahanan pangan.
- Peningkatan kapasitas pelaku usaha tani.
- Studi kasus dan *success story* pengembangan bisnis UMK.
Rangkaian Kegiatan Tabulasi Data
Perjalanan Dinas I
Lokasi: Kantah Kab. Sintang (Fokus: Kegiatan Penanganan Akses RA di Desa Mepak).
Perjalanan Dinas II
Lokasi: Kantah Kab. Mempawah (Fokus: Tabulasi Data Peningkatan Pendapatan).
Rapat I (Kanwil)
Lokasi: Kanwil BPN Prov. Kalbar (Fokus: Pembahasan hasil tabulasi data penerima akses).
Rapat II (Kantah)
Lokasi: Kantah Kab. Mempawah (Fokus: Pembahasan detail hasil tabulasi data peningkatan pendapatan).
Fokus: Kegiatan Penanganan Akses Reforma Agraria
Lokasi: Desa Merpak, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang
Jumlah Target: 200 KK
Rincian Tahapan:
1. Penetapan Lokasi
2. Penyuluhan & Sosialisasi
3. Pemetaan Sosial
4. Penyusunan Data
5. Ekspose & Kerja Sama
Pengolahan Tabulasi Data Penerima Akses Reforma Agraria
Kegiatan "Penanganan Akses Reforma Agraria"
Profil Subjek Penerima Akses Reforma Agraria
Penerima manfaat didominasi oleh laki-laki, mencakup 74.5% dari total subjek.
📜 Status Tanah
Telah Bersertifikat Hak Milik (SHM)
Rata-rata Luas
10.009 m²
Luas Maksimum
42.160 m²
Luas Minimum
192 m²
Sektor Usaha Dominan
100%
(200 Orang) bergerak di bidang Pertanian
Analisis Sub Sektor Usaha dan Penggunaan Tanah
Sub Sektor Usaha
Seluruh subjek bergerak di sub sektor pertanian, dengan Tanaman Pangan menjadi fokus utama yang dominan.
Penggunaan Tanah
Lahan mayoritas digunakan untuk Tanaman Pangan (padi & kacang), menunjukkan fokus agraris yang kuat.
Data Kelembagaan dan Kendala Usaha Subjek RA
Kelembagaan Usaha (KUB)
Partisipasi subjek dalam kelembagaan usaha (KUB) hampir seimbang, dengan sedikit lebih banyak yang sudah tergabung dalam kelompok.
Kendala Pengembangan Usaha Subjek Penerima Akses RA
Data menunjukkan variasi kendala yang dihadapi subjek, dengan isu perawatan, permodalan, dan keterampilan menjadi yang paling sering muncul dalam berbagai kombinasi.
💡 Kebutuhan Akses Permodalan
100% dari total 200 subjek menyatakan kebutuhan mutlak akan akses permodalan untuk pengembangan usaha mereka.
📂 Rincian Data Kelompok Subjek Penerima Akses RA
| Nama Kelompok | Jumlah Anggota |
|---|---|
| Sinar Harapan | 17 |
| Pancur Telungai | 13 |
| Semajau | 13 |
| Bukit Kelam | 12 |
| Harum | 12 |
| Tunas Harapan | 12 |
| Separang | 8 |
| Keling | 7 |
| Gelombang Kebiau | 5 |
| Luit Raya | 2 |
| Efata | 1 |
| Lalau Tanduk | 1 |
Pengolahan Data Pendapatan Subjek Penerima Akses RA
I. Data Total Pendapatan
Rata-rata Penghasilan
Rp3.529.000
Maksimum Penghasilan
Rp13.400.000
Minimum Penghasilan
Rp900.000
II. Data Pendapatan dari Pertanian-Perkebunan
Rata-rata
Rp2.509.500
Maksimum
Rp7.400.000
Minimum
Rp900.000
III. Data Pendapatan dari Usaha Lainnya
Rata-rata
Rp2.582.051
Maksimum
Rp6.000.000
Minimum
Rp1.000.000
Kegiatan Fasilitasi Pendampingan Usaha
Lokasi & Target: Kabupaten Sambas
- Desa Sungai Kelambu, Kec. Sambas, Kab. Sambas (200 KK)
- Desa Gapura, Kec. Sambas, Kab. Sambas (200 KK)
Alur Proses Tahapan Kegiatan
A. Persiapan
- Asesmen Data
- Updating Pemsos 2024
B. Perencanaan
- Rapat Persiapan
- Penetapan Model
C. Pelaksanaan
- Sosialisasi Akses RA
- Pendampingan Usaha
D. Monitoring
- Inventarisasi pendampingan Akses RA
- Monitoring Peningkatan Kesejahteraan
- Penyusunan Desiminasi
- Pelaporan:
- Pelaporan kegiatan
- Tabulasi data Peningkatan Pendapatan
Pengolahan Data Subjek Penerima Akses RA
Kegiatan Fasilitasi Pendampingan Usaha
Data Kelembagaan Subjek Penerima Akses RA
Mayoritas usaha sudah formal dan terdaftar.
(Terdaftar: 295 subjek, Belum terbentuk: 105 subjek)
Sektor Usaha Subjek Penerima Akses RA menurut Desa
Sektor Pertanian menjadi tulang punggung ekonomi di kedua desa.
Sub Sektor Usaha Subjek Penerima Akses RA
Padi menjadi komoditas utama di kedua desa. Desa Gapura memiliki diversifikasi di sub sektor perkebunan, sementara Desa Sungai Kelambu kuat di sektor UMKM pendukung.
🚧 Kendala Pengembangan Usaha Subjek Penerima Akses RA
Desa Gapura
Isu perawatan dan penanganan hama menjadi kendala yang sangat dominan, dilaporkan oleh hampir seluruh subjek.
Desa Sungai Kelambu
Selain perawatan hama, peningkatan keterampilan menjadi kendala kedua yang paling signifikan.
💡 Akses Kebutuhan Subjek Penerima Akses RA
Desa Gapura
Selaras dengan kendalanya, kebutuhan paling mendesak adalah manajemen untuk mengatasi hama.
Desa Sungai Kelambu
Manajemen hama dan peningkatan keterampilan menjadi dua kebutuhan teratas yang perlu diprioritaskan.
✅ Perencanaan Kegiatan Pendampingan
Model Akses
Kolaborasi Lintas Sektor
Potensi
Desa Gapura:
- Produk olahan dodol nanas
- Perkebunan jeruk
- Pertanian, holtikultura
Desa Sungai Kelambu:
- Olahan Produk Kue Pateh
- Pertanian, Holtikultura
Usulan Kegiatan
- Pelatihan Kewirausahaan
- Peningkatan pengetahuan tentang hama penyakit tanaman jeruk
- Bantuan bibit holtikultura
- Pekarangan Pangan Bergizi (P2B)
Usulan Instansi
- Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Sambas
📂 Rincian Data Kelompok Subjek Penerima Akses RA
| Nama Kelompok | Desa | Jumlah Anggota |
|---|---|---|
| BELUM BERKELOMPOK | Gapura | 152 |
| BELUM BERKELOMPOK | Sungai Kelambu | 143 |
| TUNAS MULYA | Sungai Kelambu | 12 |
| SINAM PUTIH | Sungai Kelambu | 9 |
| CITRA MANDIRI II | Gapura | 8 |
| INGIN MAJU | Gapura | 8 |
| CIHERANG | Sungai Kelambu | 8 |
| MUTIARA TANI | Sungai Kelambu | 8 |
| SUMBER REZEKI | Sungai Kelambu | 8 |
| KELUARGA TANI | Sungai Kelambu | 7 |
| TUNAS MUDA | Gapura | 5 |
| BULUH SERUMPUN | Gapura | 4 |
| DEWI SRI | Gapura | 4 |
| SELAYANG RIMBA | Gapura | 4 |
| USAHA BERSAMA | Gapura | 4 |
| SEPAKAT | Sungai Kelambu | 4 |
| CITRA MANDIRI I | Gapura | 3 |
| MANGKURAT | Gapura | 3 |
| PARIT KONGSI | Gapura | 3 |
| BERKAT SEPAKAT | Gapura | 1 |
| BIRUNYA BUNGIN | Gapura | 1 |
| HARMONIS | Sungai Kelambu | 1 |
Kegiatan Fasilitasi Pendampingan Usaha
Lokasi & Target: Kabupaten Kapuas Hulu
- Desa Nanga Danau, Kecamatan Kalis (100 KK)
- Desa Kensuray, Kecamatan Kalis (100 KK)
- Desa Rantau Kalis, Kecamatan Kalis (100 KK)
Alur Proses Tahapan Kegiatan
A. Persiapan
- Asesmen Data
- Updating Pemsos 2024
B. Perencanaan
- Rapat Persiapan
- Penetapan Model
C. Pelaksanaan
- Sosialisasi Akses RA
- Pendampingan Usaha
D. Monitoring
- Inventarisasi pendampingan Akses RA
- Monitoring Peningkatan Kesejahteraan
- Penyusunan Desiminasi
- Pelaporan:
- Pelaporan kegiatan
- Tabulasi data Peningkatan Pendapatan
Pengolahan Data Subjek Penerima Akses RA
Kegiatan Fasilitasi Pendampingan Usaha
Data Kelembagaan Subjek Penerima Akses RA
Data menunjukkan kondisi yang hampir seimbang antara usaha yang belum terbentuk (50.3%) dan yang sudah terdaftar (49.7%).
Sektor Usaha Subjek Penerima Akses RA menurut Desa
Pertanian menjadi sektor dominan di Nanga Danau dan Rantau Kalis, sementara di Kensuray sektor Perkebunan sedikit lebih unggul.
Sub Sektor Usaha Subjek Penerima Akses RA
Padi menjadi komoditas utama di Nanga Danau dan Rantau Kalis. Kensuray menunjukkan diversifikasi sub sektor perkebunan yang lebih luas.
🚧 Kendala Pengembangan Usaha Subjek Penerima Akses RA
Setiap desa menghadapi kendala dominan yang berbeda. Isu hama menjadi masalah bersama, sementara faktor alam (banjir) dan teknis (pemasaran) juga signifikan.
💡 Akses Kebutuhan Subjek Penerima Akses RA
Desa Nanga Danau
Kebutuhan paling mendesak adalah bantuan alat produksi dan dukungan teknis pertanian.
Desa Kensuray & Rantau Kalis
Keterampilan pemasaran dan teknis pembuatan pupuk menjadi prioritas utama di kedua desa ini.
✅ Perencanaan Kegiatan Pendampingan
Model Akses
Kolaborasi Lintas Sektor
Potensi
Nanga Danau:
- Pertanian Padi
- Kerajinan tangan
Rantau Kalis:
- Pertanian padi
Kensuray:
- Perkebunan kopi
- Pertanian, holtikultura
Usulan Kegiatan
Nanga Danau:
- Pendampingan penanganan hama
- Bantuan pupuk & racun rumput
- Pendampingan produksi & pemasaran anyaman
Rantau Kalis:
- Pendampingan pengolahan lahan & tanam
- Pendampingan mengatasi hama
- Bantuan pupuk, racun, & irigasi
Kensuray:
- Pendampingan legalitas usaha & sertifikat P-IRT Kopi
Usulan Instansi
- Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kapuas Hulu
- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Kapuas Hulu
📂 Rincian Data Kelompok Subjek Penerima Akses RA
| Nama Kelompok | Desa | Jumlah |
|---|---|---|
| Tidak ada | Kensuray | 88 |
| Tidak ada | Rantau Kalis | 40 |
| Tidak ada | Nanga Danau | 23 |
| Pandin | Rantau Kalis | 25 |
| BINTANG TALU | Nanga Danau | 22 |
| USAHA MAJU II | Nanga Danau | 17 |
| Lupung Betuah | Kensuray | 12 |
| USAHA MAJU BERSAMA | Nanga Danau | 12 |
| Alan Sinut | Rantau Kalis | 12 |
| USAHA MAJU I | Nanga Danau | 11 |
| Tali tanang | Rantau Kalis | 11 |
| Banti Ruang | Rantau Kalis | 8 |
| SUNGAI EBAK | Nanga Danau | 6 |
| TIMBU BASIEN | Nanga Danau | 4 |
| USAHA MAJU | Nanga Danau | 4 |
| Lunsa Baru | Rantau Kalis | 4 |
| USAHA MAJU1 | Nanga Danau | 1 |
Kegiatan Fasilitasi Pendampingan Usaha
Lokasi & Target: Kabupaten Bengkayang
- Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar (200 KK)
- Desa Lesabela, Kecamatan Ledo (200 KK)
Alur Proses Tahapan Kegiatan
A. Persiapan
- Asesmen Data
- Updating Pemsos 2024
B. Perencanaan
- Rapat Persiapan
- Penetapan Model
C. Pelaksanaan
- Sosialisasi Akses RA
- Pendampingan Usaha
D. Monitoring
- Inventarisasi pendampingan Akses RA
- Monitoring Peningkatan Kesejahteraan
- Penyusunan Desiminasi
- Pelaporan:
- Pelaporan kegiatan
- Tabulasi data Peningkatan Pendapatan
Pengolahan Data Subjek Penerima Akses RA
Kegiatan Fasilitasi Pendampingan Usaha
Data Kelembagaan Subjek Penerima Akses RA
Mayoritas usaha masih berada di tahap informal.
(Belum terbentuk: 305 subjek, Terdaftar: 95 subjek)
Sektor Usaha Subjek Penerima Akses RA menurut Desa
Perkebunan mendominasi di Desa Tiga Berkat, sementara Pertanian menjadi yang utama di Desa Lesabela.
Sub Sektor Usaha Subjek Penerima Akses RA
Grafik menunjukkan detail komoditas atau jenis usaha di dalam sektor unggulan. Sawit dan karet menjadi fokus utama di sektor perkebunan, sementara padi dan jagung di sektor pertanian.
🚧 Kendala Pengembangan Usaha Subjek Penerima Akses RA
Desa Tiga Berkat
Kendala utama di Desa Tiga Berkat sangat terkonsentrasi pada sektor perkebunan, mencakup isu teknis budidaya hingga faktor eksternal seperti cuaca dan hama.
Desa Lesabela
Di Desa Lesabela, kendala paling dominan dilaporkan oleh para petani, yang mencakup berbagai aspek dari hulu hingga hilir.
💡 Akses Kebutuhan Subjek Penerima Akses RA
Desa Tiga Berkat
Kebutuhan utama adalah bantuan lengkap dari bibit hingga pemasaran.
Desa Lesabela
Fokus utama kebutuhan adalah peningkatan keterampilan dan dukungan permodalan.
✅ Perencanaan Kegiatan Pendampingan
Model Akses
Kolaborasi Lintas Sektor
Potensi
Tiga Berkat & Lesabela:
- Pertanian Jagung dan Padi
Usulan Kegiatan
- Pelatihan produksi produk turunan jagung
- Pendampingan izin usaha & label halal
- Penyuluhan perawatan & penggunaan alat
- Aktivasi kembali saluran irigasi
Usulan Instansi Pendamping
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan
- Dinas Penanaman Modal dan PTSP
- Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Naker
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
- Dinas Perumahan, Permukiman dan LH
- Koperasi Tegar Sejahtera Bengkayang
📂 Rincian Data Kelompok Subjek Penerima Akses RA
| Nama Kelompok | Desa | Jumlah Anggota |
|---|---|---|
| Tidak ada kelompok | Lesabela | 183 |
| tidak ada | Tiga Berkat | 122 |
| sepakat bersama | Lesabela | 7 |
| kroeng aceh | Tiga Berkat | 7 |
| kwt mayang mangurai | Tiga Berkat | 7 |
| Fajar II | Tiga Berkat | 6 |
| cisadane II | Tiga Berkat | 5 |
| cisadane I | Tiga Berkat | 4 |
| Bima Jaya | Lesabela | 3 |
| indah bestari | Tiga Berkat | 3 |
| pemuda mango idup | Tiga Berkat | 3 |
| sebangun idup | Tiga Berkat | 3 |
| nangun jeriat | Lesabela | 2 |
| Sinar Tani | Lesabela | 2 |
| bunga mawar | Tiga Berkat | 2 |
| bunga rindu | Tiga Berkat | 2 |
| lubuk makata | Tiga Berkat | 2 |
| madi bersatu | Tiga Berkat | 2 |
| raja ria | Tiga Berkat | 2 |
| sabintir | Tiga Berkat | 2 |
| satunga | Tiga Berkat | 2 |
| swakelola mandiri | Tiga Berkat | 2 |
| tunas baru | Tiga Berkat | 2 |
| cahaya bersinar | Lesabela | 1 |
| sejarik | Lesabela | 1 |
| Suka Damai | Lesabela | 1 |
| bawak nahat | Tiga Berkat | 1 |
| bumdes, pemuda manso idup | Tiga Berkat | 1 |
| bumdes, usaha saleo | Tiga Berkat | 1 |
| Herangdane | Tiga Berkat | 1 |
| Tani bunga mawar | Tiga Berkat | 1 |
| Tani Bunga Rindu | Tiga Berkat | 1 |
| Tani herang | Tiga Berkat | 1 |
| tani pemuda manso idup | Tiga Berkat | 1 |
| Tani pasar I | Tiga Berkat | 1 |
| Tani Singkap Aki | Tiga Berkat | 1 |
| Tani tunas baru | Tiga Berkat | 1 |
| kwt batu bide | Tiga Berkat | 1 |
| kwt masia | Tiga Berkat | 1 |
| kwt mayang sari | Tiga Berkat | 1 |
| kwt wanita mandiri | Tiga Berkat | 1 |
| melati | Tiga Berkat | 1 |
| pait pansurat | Tiga Berkat | 1 |
| parage | Tiga Berkat | 1 |
| petani milenial | Tiga Berkat | 1 |
| serang | Tiga Berkat | 1 |
| singkap aki | Tiga Berkat | 1 |
| tuat sindir senipo | Tiga Berkat | 1 |
Kegiatan Fasilitasi Pendampingan Usaha
Lokasi & Target: Kabupaten Mempawah
- Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan (200 KK)
- Desa Pak Bulu, Kecamatan Anjongan (100 KK)
Alur Proses Tahapan Kegiatan
A. Persiapan
- Asesmen Data
- Updating Pemsos 2024
B. Perencanaan
- Rapat Persiapan
- Penetapan Model
C. Pelaksanaan
- Sosialisasi Akses RA
- Pendampingan Usaha
D. Monitoring
- Inventarisasi pendampingan Akses RA
- Monitoring Peningkatan Kesejahteraan
- Penyusunan Desiminasi
- Pelaporan:
- Pelaporan kegiatan
- Tabulasi data Peningkatan Pendapatan
Pengolahan Data Subjek Penerima Akses RA
Kegiatan Fasilitasi Pendampingan Usaha
Data Kelembagaan Subjek Penerima Akses RA
Hampir seluruh usaha (95.7%) belum terbentuk secara formal.
Sektor Usaha Subjek Penerima Akses RA menurut Desa
Pertanian menjadi sektor dominan di kedua desa, diikuti oleh Perikanan dan UMKM.
Sub Sektor Usaha Subjek Penerima Akses RA
Padi menjadi komoditas utama pertanian. Usaha perikanan budidaya (lele, nila, patin) juga signifikan, terutama di Desa Kepayang.
🚧 Kendala Pengembangan Usaha Subjek Penerima Akses RA
Desa Kepayang
Faktor iklim, hama, dan masalah pakan menjadi tiga kendala teratas.
Desa Pak Bulu
Terbatasnya sarana pertanian menjadi kendala paling dominan, diikuti oleh isu pakan dan permodalan.
💡 Akses Kebutuhan Subjek Penerima Akses RA
100% dari 300 subjek di kedua desa sepakat bahwa kebutuhan paling mendesak adalah Pelatihan dan Pendampingan.
✅ Perencanaan Kegiatan Pendampingan
Model Akses
Kolaborasi Lintas Sektor
Potensi
Budidaya Perikanan
Usulan Kegiatan Pendampingan
- Pelatihan Pengemasan Produk
- Pengusulan Pembuatan Legalitas Usaha
- Pelatihan Pengolahan Ikan
Usulan Instansi Pendamping
- Dinas Perindustrian Pedagangan dan Tenaga Kerja
- Dinas Penanaman Modal Koperasi Usaha Kecil Menengah
- Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan
📂 Rincian Data Kelompok Subjek Penerima Akses RA
| Nama Kelompok | Desa | Jumlah |
|---|---|---|
| Tidak ada | Kepayang | 190 |
| Tidak ada | Pak Bulu | 97 |
| Kelompok Perikanan Barokah Mandiri | Kepayang | 6 |
| Kelompok Perikanan Lonceng Mengalir | Pak Bulu | 2 |
| Kelompok Perikanan Bangkok Jaya | Kepayang | 1 |
| Kelompok Perikanan Bibit | Kepayang | 1 |
| Kelompok Perikanan Mina Bersama | Kepayang | 1 |
| Petani Sejahtera | Kepayang | 1 |
| Kelompok Gemura | Pak Bulu | 1 |
Menganalisis data dan menyusun laporan...